Warga Bekasi Berbaur dalam Merayakan Cap Go Meh
![]() |
| Ki Kusumo, Yenny Wahid dan Ronny Hermawan |
Ramainya perayaan Cap Go Meh yang diikuti sebagian masyarakat Bekasi khususnya yang tinggal di daerah jalur jalan raya menuju Klenteng terbesar Kota Bekasi, Hok Lay Kiong. Pada pembukaan acara berupa parade Toa Pe Kong, barongsai dan arak-arakan naga kertas tidak sendirian. Karena ada pula tarian khas Jawa Timur, yakni Reog Ponorogo hingga arak-arakan musik khas Betawi, Tanjidor.
![]() |
| Klenteng Hok Lay Kiong sebagai pusat perayaan Cap Go Meh Bekasi |
Dalam perayaan akhir tutup tahun baru Cap Go Me 2035 / 2011 ini warga Bekasi menunjukkan berbaurnya beragam budaya dan etnis tanpa pergesekan. Bahkan kemacetan yang terjadi akibat arak-arakan Tapekong pun dianggap biasa seperti kesibukan harian kota Bekasi.
Budaya merayakan Imlek dan Cap Go Meh sendiri diketahui memang di Bekasi telah ada semenjak jaman VOC masih berkuasa. Akulturasi budaya dari negeri Tiongkok ini dengan budaya orang Bekasi asli begitu mudah menyatu karena seperti kebanyakan hari raya lainnya yang menyebarkan kegembiraan rakyat yang bisa dirasakan suasananya oleh siapa saja.
![]() |
| Ronny Hermawan memandu dan menggoyang Toa Pe Kong untuk Ruwat Bumi |
Sementara itu di tempat yang sama, Ki Kusumo yang juga berada satu panggung dengan Yenny Wahid mengatakan, "Setidaknya kita bisa merasakan semangat persatuan bagi warga masyarakat Kota Bekasi masih terlihat dalam perayaan Cap Go Meh kali ini. Dan untuk itu kita mendapatkan ilmu tentang keberagaman bangsa kita. Cap Go Meh sendiri mempunyaimakna yang dalam, dimana diharapkan semoga kesejahteraan dan kemakmuran yang melimpah ruah diberikan kepada seluruh rakyat pada awal tahun ini."
![]() |
| Ramai disambut gembira semua warga sekitar Klenteng Hok Lay Kiong |
Hal ini bisa dimaklumi, karena pada arak-arakan Toa Pe Kong bisa diserupakan dengan acara Ruwat Bumi seperti budaya daerah lainnya dimana diharapkan keberkahan dan kesejahteraan bisa menyebar kepada seluruh rakyat dan bumi tanah tempat berpijak menjadi lebih subur menghasilkan dengan berlimpah.
![]() |
| Reog Ponorogo juga memeriahkan Cap Go Meh |
Pada parade barongsai dan liong, tokoh masyarakat, Ronny Hermawan juga ikut memanggul tapekong dan menggoyang-goyang tandu tapekong. Hal ini bermakna agar dewa akan menyebarkan kesejahteraan ke setiap warga masyarakat dan daerah yang dilalui parade barongsai dan liong. Semakin kencang ayunan tapekong, maka semakin tersebar luas berkah yang dibagikan. Itulah sebabnya, meski dengan sedikit kepayahan, Ronny menyempatkan diri untuk menggoyang tandu tapekong bersama peserta pengusung tandu Toa Pe Kong lainnya.
![]() |
| Warga berbaur dalam keramaian acara |
Sidik Rizal - webrizal.com







Tidak ada komentar:
Posting Komentar