Minggu, 20 Februari 2011

Ki Kusumo: Film Impor Ditarik, Film Nasional Untung

Ki Kusumo, Produser Film
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polemik tentang ditariknya film asing dari seluruh cineplek di tanah air, membuat pemilik Rumah Produksi Putra Kusuma Pictures, Ki Kusumo angkat bicara. Kebetulan, Film 13 Cara Memanggil Setan yang diproduserinya, baru akan rilis di bioskop 7 April mendatang.

Menurut Ki Kusumo, dengan tak ada lagi film impor, film nasional memiliki kesempatan lebih luas untuk menjangkau penonton. “Film nasional lebih untung. Kesempatannya lebih terbuka lebar. Baik dalam hal menarik market penonton atau untuk bersaing dengan film-film kita sendiri,” papar Ki Kusumo, di bilangan Minggu (19/2/2011).


Ki Kusumo menambahkan bahwa ditariknya film asing, setidaknya bisa memacu rumah produksi lokal, untuk lebih berkarya menghasilkan film-film yang bermutu.

“Kehadiran film asing sebenarnya hanya untuk pembanding industri perfilman kita. Momen ini, seharusnya kita jadikan cermin untuk berkarya lebih kreatif dengan menghasilkan film yang benar-benar bermutu. Sehingga penonton yang biasa menonton film asing bisa berpindah ke film nasional,” sambung Ki Kusumo.

Meski awalnya terasa sulit, namun Ki Kusumo yakin penonton kita akan terbiasa. “Peralihan ini akan mengagetkan masyarakat. Namun lama-lama, akan terbiasa. Toh dulu, saat film nasional kita berjaya, juga tak ada film asing. Dan bioskop tetap saja dibanjiri pengunjung,” lanjut Ki Kusumo.

Yang paling dikawatirkan Ki Kusumo, justru pembajakan film makin merajalela. “Masih banyak orang Indonesia yang fanatik dengan film asing. Jika di bioskop tak ada, mereka akan mencari VCD atau DVD. Faktor inilah yang makin menyuburkan praktek pembajakan film, yang tak menutup kemungkinan film nasional kena imbasnya. Jadi kita juga yang rugi,” pungkas Ki Kusumo. (*)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Senin, 21 Februari 2011 11:01 | Tag: Kontroversi Film Asing
Kapanlagi.com - Ditegaskan Menbudpar Jero Wacik, pemutaran film Indonesia dan film impor akan tetap saling melengkapi. Saat ini pihaknya sedang membahas lagi soal besarnya pajak yang ditanggung film impor bersama dengan Menteri Keuangan. Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan ancaman Motion Picture Association selaku distributor film impor yang akan menghentikan peredaran film barat di bioskop di tanah air.

"Kita tidak ingin mematikan importir film luar, karena tidak boleh membuat kebijakan yang akhirnya menyengsarakan masyarakat sendiri. Percayalah kita tidak berniat mematikan importirnya," kata Jero Wacik, "Kita pengen jumlah bagus dan menjadi tuan rumah di negara sendiri dan tamu di negeri orang. Film impor juga tetap terpelihara dan saya setuju itu bisa menjadi inspirasi. Importir harus tetep hidup."

Ditemui di Gedung Sapta Pesona lantai 16, Depbudpar, Jakpus, Minggu (20/2), Jero yang didampingi sejumlah pekerja film termasuk Deddy Mizwar dan Slamet Rahardjo menuturkan bahwa sebelum akhir tahun lalu - dalam sidang kabinet yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah membahas masalah perfilman. Presiden minta semua masalah pajak segera dibenahi.

"Tujuannya adalah:

* (1) film Indonesia meningkat, kalau bisa tembus 200 film per tahun;

* (2) agar mutu film yang bagus dan bermutu-mutu dan dibikin yang bagus;

* (3) menambah lapangan pekerjaan - ada projobs, bayangkan satu film ada ratusan orang yang bekerja dan di sini terjadi gerakan ekonomi;

* (4) perfilman merupakan karya budaya. Jadi itu pentingnya film

.

SK mengenai perpajakan ini masih digodok. Untuk itu Jero meminta masyarakat agar tidak perlu panik. Ia pun meyakinkan bahwa dalam SK baru tersebut tidak ada unsur politik sama sekali dan hanya fokus ke masalah ekonomi dan budaya. "Berapa pajak yang pantes lagi kita bahas, kalau perlu diringankan semua," ujarnya, "Bulan depan harus beres, biar tenang semua."

"Jangan khawatir, kalau dibilang kebijakan baru dibahas sudah bocor di luar, nggak usah takut. Kita akan hidup semua. Saya lihat sudah bagus, perhatian masyarakat baik sekali akan masalah ini," pungkasnya.

Jero Wacik memang optimis film impor tetap tayang di tanah air, meski MPA mengancam tak akan menayangkan film-film Hollywood. Jika ancaman itu benar, bisa jadi kita kehilangan peluang film-film blockbuster dan say bye to... (kpl/ato/boo) sumber: http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/jero-wacik-film-impor-takkan-mati.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...